Mengenal Usia Emas Anak Generasi Penerus Bangsa Indonesia

Mengenal Usia Emas Anak Generasi Penerus Bangsa Indonesia

MASA DEPAN DIMULAI DARI SEKARANG DARI SSB HAPPYLIFE MEMBANGUN INDONESIA YANG SEHAT SUKSES BAHAGIA​

Logo SSB Happylife - PNG

Mengenal Usia Emas Anak Generasi Penerus Bangsa Indonesia

Kamis, 04 Agu 2022 09:03 WIB

KLIKSSB.com – Mengenal usia keemasan atau golden age anak-anak dalam tumbuh kembangnya. Ayah Bunda, Bapak Ibu, Saudara Saudari, sudah saatnya bagi kita sebaiknya menyadari bahwa usia bawah lima tahun (balita) adalah masa emas bagi pertumbuhan setiap anak.

Hal ini karena masa lima tahun pertama usia anak merupakan bagian dari masa kritis, di mana masa itu adalah yang menjadi basis, landasan, dan fondasi berbagai aspek perkembangan anak.

Golden age pada anak adalah masa emas anak yang menjadi bagian terpenting untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya.

Pada masa golden age tersebut, pembentukan sistem saraf secara mendasar sudah terjadi. Pada fase tumbuh kembang ini terjadi hubungan antara sel-sel saraf. Kuantitas dan kualitas sambungan ini menjadi faktor yang dapat menentukan kecerdasan anak-anak berusia 5 tahun ke bawah.

Usia emas atau golden age adalah usia anak pada masa-masa awal hidupnya di dunia. Usia emas merupakan usia anak ketika mereka berumur 0 sampai dengan 12 tahun.

Usia tersebut berada pada perkembangan terbaik untuk fisik dan otak anak. Meski sudah banyak keterangan tentang usia emas atau golden age, sayangnya masih ada orang tua yang kurang memperhatikan.

Periode usia 0 sampai dengan 12 tahun merupakan masa kritis sebutan lain golden age alias usia emas seorang anak. Pada masa ini adalah masa di mana perkembangan otak mulai terjadi usia 0 sampai dengan 12 tahun masa penting untuk anak-anak karena:

  • Manusia memiliki 100 neuron untuk menyalurkan pesan atau komunikasi setiap aktivitas ketika lahir. Neuron ini akan berkembang lebih dari 20% jika dirangsang dengan pendidikan dan pengetahuan.
  • Sekitar 50% kemampuan kecerdasan manusia atau capabilty inteligence terjadi pada usia 4 tahun, dan 80% telah terjadi pada 8 tahun dan diyakini mencapai puncak tertinggi pada usia 18 tahun.
  • Merupakan masa untuk memulai mengenal sosialisasi (sekolah & kelompok), menjelajah, bermain, meniru, dan kreatif.

Pada masa-masa ini, perkembangan otak terjadi secara keseluruhan pada keempat bagian otak, termasuk pada masing-masing belahan otak. Belahan otak inilah yang akan menyimpan kemampuan anak yang berbeda pada belahan otak kanan maupun otak kiri.

  • Otak kiri terhubung dengan tangan dan kaki, serta tubuh sebelah kanan. Otak kiri mengontrol aktivitas yang teratur, berurutan, terperinci dan sistematis. Misalnya membaca, menulis, dan berhitung.
  • Otak kanan berhubungan dengan tangan, kaki dan tubuh sebelah kiri. Otak kanan mengendalikan aktivitas yang bersifat divergen (meluas). Seperti imajinasi, ide-ide, kreativitas, emosi, intuisi, abstrak, bebas dan simultan.

Jika menginginkan anak dengan kecerdasan multiple, latihlah kedua tangan, kaki, mata, telinga kanan, dan kiri sama seringnya setiap hari. Terutama sampai umur 3 tahun, agar otak kanan dan kiri berkembang optimal.

Tahapan Perkembangan Anak Balita Usia 1 Hingga 3 Tahun

Berikut adalah tahapan pertumbuhan kemampuan anak-anak bawa lima tahun (balita) usia 1 hingga 3 tahun sebagai berikut:

  1. Pada usia 13-15 bulan : Balita di usia 13 sampai dengan 15 bulan sudah berminat pada gambar, mengambil mainan sendiri dan berceloteh. Mereka sudah mampu meniru kegiatan orang lain di sekitarnya yang dia lihat.
  2. Pada usia 16-18 bulan: Balita di usia 16 sampai dengan 18 bulan bisa mengucapkan kata-kata yang lebih banyak. Mereka juga bisa menemukan mainan yang disembunyikan, dan mengerti fungsi benda.
  3. Pada usia 19-24 bulan : Balita pada usia 19 sampai dengan 24 bulan sudah memahami konsep sederhana bentuk benda, seperti segitiga dan persegi. Mereka juga sudah bisa menyebut nama sendiri, serta mengucapkan satu kalimat.
  4. Pada usia 2-3 tahun : Balita pada usia 2 sampai dengan 3 tahun sudah dapat mencocokkan bentuk, membangun dan menghubungkan balok.mereka juga sudah mampu berpakaian sendiri, dan semakin memahami kata-kata orang lain.

Hal-hal di atas ini perlu diketahui untuk pembelajaran anak usia dini, bukan seperti untuk anak usia sekolah.

Akan tetapi, hal yang diperlukan di sini adalah pemberian stimulasi/rangsangan dan nutrisi yang TEPAT dan AMAN untuk masa depannya.

Pemberian stimulasi yang paling efektif dalam usia balita ini adalah olahraga secara ringan. Dalam usia ini pula, peran ibu sangat menentukan kecerdasan anak. Stimulasi/rangsangan hendaknya diberikan secara kompleks tetapi ringan. Mulai dari stimulasi bahasa, hingga stimuasai gerakan dan sentuhan.

Konsumsi makanan bergizi seimbang dan multi vitamin harian yang diperuntukkan khusus untuk mememani masa keemasan putra-putri Anda di masa golden age, mulai dari usia 0 s/d 12 tahun.

Berikan hanya yang terbaik untuk anak Anda, karena inilah masa keemasannya yang kelak menentukan kualitas kesehatan dan masa depannya! Bangunlah generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas sejak dari masa anak-anak. ***

Klik tombol WhatsApp di pojok kanan bawah dari layar Mobile atau PC Anda

Temukan dan Ikuti Kami di Sosial Media

15 Makanan Berserat Tinggi Yang Baik Dikonsumsi Untuk Kesehatan

15 Makanan Berserat Tinggi Yang Baik Dikonsumsi Untuk Kesehatan

MASA DEPAN DIMULAI DARI SEKARANG DARI SSB HAPPYLIFE MEMBANGUN INDONESIA YANG SEHAT SUKSES BAHAGIA​

15 Makanan berserat tinggi yang baik dikonsumsi untuk kesehatan

Kamis, 23 Jun 2022 08:12 WIB

KlikSSB.com – Pola makan yang bergizi lengkap dan seimbang salah satunya membutuhkan makanan yang tinggi serat.

Tanpa serat yang cukup, pertumbuhan bakteri baik di usus bisa terhambat dan orang bisa mengalami gangguan pencernaan.

Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, rata-rata kebutuhan serat harian untuk orang dewasa adalah 24 gram untuk wanita, dan 38 gram untuk pria.

Sayangnya, banyak orang cenderung kekurangan serat karena pola makan yang tidak sehat. Cara menambah asupan serat cukup mudah, yaitu dengan mengonsumsi makanan berserat tinggi.

Sebelum menyimak deretan beberapa jenis makanan tinggi serat, kenali dulu fungsi serat bagi tubuh.

Fungsi serat

Melansir Healthline, fungsi penting serat bagi tubuh antara lain:

  • Menyerap kolesterol dalam tubuh
  • Melancarkan pencernaan
  • Membantu mengontrol gula darah agar tidak mudah melonjak
  • Menurunkan risiko kanker pada saluran pencernaan
  • Mengurangi risiko obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.

Makanan berserat tinggi

Makanan berserat tinggi biasanya berupa buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Melansir beberapa sumber, berikut contoh makanan tinggi serat dan kandungannya:

  • Pir satu buah sedang: 5,5 gram serat
  • Pisang satu buah sedang: 3 gram serat
  • Jeruk satu buah sedang: 3 gram serat
  • Stroberi satu cangkir: 3 gram serat
  • Alpukat satu buah sedang: 5 gram serat
  • Kacang hijau rebus satu cangkir: 9 gram serat
  • Brokoli rebus satu cangkir: 5 gram serat
  • Jagung manis rebus satu gelas: 3,5 gram
  • Kembang kol satu cangkir: 2 gram
  • Wortel satu buah sedang: 1,5 gram
  • Roti gandum utuh satu cangkir: 6 gram
  • Oatmeal matang satu cangkir: 5 gram
  • Nasi merah matang satu gelas: 3,5 gram
  • Edamame rebus satu cangkir: 4 gram
  • Biji chia dua sendok makan yang sudah direndam: 10 gram.

Tips makan makanan berserat tinggi

Fungsi makanan berserat tinggi memang penting untuk kesehatan. Namun, bagi Anda yang belum terbiasa mengonsumsi asupan ini, Anda tidak bisa langsung mengonsumsi serat secara berlebihan.

Jika perut yang tidak terbiasa terisi dengan makanan berserat tinggi secara tiba-tiba dalam jumlah banyak, maka bisa mengalami kembung dan sakit perut.

Melansir Cleveland Clinic, berikut tips mengonsumsi makanan berserat tinggi untuk mencegah perut begah dan sakit perut:

  • Tingkatkan asupan serat secara bertahap setiap hari, jangan tiba-tiba memenuhi kebutuhan serat harian yang ideal.
  • Seimbangkan konsumsi serat dengan banyak minum air putih, minimal dua liter cairan setiap hari.
  • Saat membeli makanan, biasakan membaca label fakta nutrisi dan melihat komposisi seratnya. Pilih makanan yang tinggi serat.

Setelah menyimak beberapa tips di atas, kini saatnya membiasakan diri mengonsumsi makanan berserat tinggi untuk pencernaan dan kesehatan yang lebih baik.***

Klik tombol WhatsApp di pojok kanan bawah dari layar Mobile atau PC Anda

Temukan dan Ikuti Kami di Sosial Media