Wasir Stadium 4, Satu Kondisi Ambeien Paling Parah Apa yang Harus Dilakukan?

Wasir Stadium 4, Satu Kondisi Ambeien Paling Parah Apa yang Harus Dilakukan?

MASA DEPAN DIMULAI DARI SEKARANG DARI SSB HAPPYLIFE MEMBANGUN INDONESIA YANG SEHAT SUKSES BAHAGIA​

Logo SSB Happylife - PNG

Wasir Stadium 4, Satu Kondisi Ambeien Paling Parah Apa yang Harus Dilakukan?

Jumat, 19 Agu 2022 11:38 WIB

KLIKSSB.com – Wasir atau ambeien adalah pembengkakan pembuluh darah anus dan rektum bagian bawah. Tingkat keparahannya terbagi ke dalam beberapa stadium. Wasir stadium 4 adalah kondisi ambeien yang paling parah.

Mengenali gejalanya lebih awal akan menolong Anda mendapatkan penanganan lebih cepat dan mengurangi risiko komplikasi.

Gejala wasir stadium 4

Jenis wasir terbagi menjadi dua, yakni wasir internal dan wasir eksternal (ambeien dalam dan ambeien luar). Wasir internal muncul di dalam rektum.

Sebaliknya, jika terjadi di sekitar kulit pada lubang anus, ini disebut dengan wasir eksternal atau ambeien luar.

Stadium wasir ini digunakan untuk ambeien internal. Oleh karena itu, wasir stadium 4 merupakan kondisi ambeien internal yang paling berat.

Saat Anda ambeien, bantalan anus akan membengkak. Dalam beberapa kasus, bantalan ini keluar dari lubang anus.

Bantalan ini umumnya bisa mengecil seketika atau harus didorong menggunakan jari agar kembali ke tempat semula.

Namun, jika Anda memiliki wasir stadium 4, bantalan anus tidak bisa didorong kembali. Jadi, bantalan anus selalu berada di luar lubangnya.

Pembengkakan ini juga bisa muncul akibat adanya trombosis atau penggumpalan darah abnormal di dalam pembuluh darah.

Selain itu, gejala ambeien stadium 4 ini juga ditandai dengan:

  • BAB berdarah,
  • Anus gatal,
  • Nyeri anus, dan
  • Diare atau sembelit.

Cara mengobati wasir stadium 4

Cara menyembuhkan wasir stadium empat tidak lagi menggunakan obat-obatan.

The American Society of Colon and Rectal Surgeons (ASCRS) menyatakan bahwa dokter harus menjalankan tindakan operasi ambeien atau hemoroidektomi.

Ada tiga metode yang dilakukan pada hemoroidektomi, yakni:

1. Bedah eksisi

ASCRS menyatakan bahwa ini adalah tindakan operasi yang efektif untuk pasien wasir stadium 4.

Tindakan ini dilakukan dengan cara memotong jaringan bantalan anus yang keluar dari dalam lubang.

Ada dua tindakan yang umumnya dijalani pada bedah eksisi, yakni membiarkan jaringan sayatan operasi tetap terbuka atau ditutup dengan jahitan.

Dokter umumnya lebih memilih menutup luka bedah karena penyembuhan pascaoperasi yang lebih cepat dan risiko perdarahan yang lebih rendah.

Namun, dokter akan memilih bedah eksisi terbuka jika lokasi atau Anda memiliki penyakit yang membuat luka sulit tertutup atau risiko infeksi pascaoperasi tinggi.

2. Hemoroidopeksi

Ini adalah salah satu cara penyembuhan wasir stadium 4 dengan memberikan jepitan yang melingkari bantalan anus yang keluar.

Ikatan ini membantu mengangkat bantalan anus agar kembali tempat semula.

Selain itu, hemoroidopeksi membantu memutus aliran darah pada pembuluh darah anus sehingga tak lagi membengkak.

Karena tidak menyayat ambeien, metode ini relatif tidak semenyakitkan metode eksisi. Hanya saja, risiko ambeien kambuh jauh lebih besar.

3. Doppler-guided hemorrhoidectomy

Operasi ambeien ini melibatkan alat bernama Doppler dan kamera khusus anus dan rektum atau anoskopi.

Kedua alat ini ini berfungsi untuk mendeteksi setiap pembuluh darah yang membengkak, lalu diikat satu per satu.

Setelah diikat, aliran darah menuju wasir dan penyumbatan pada pembuluh darah akan berkurang sehingga jaringan anus akan pulih.

Sama seperti hemoroidopeksi, metode ini tidak menyayat ambeien sehingga mengurangi risiko perdarahan dan relatif tidak begitu nyeri. Hanya saja, kekambuhan gejala wasir lebih rentan muncul.

Risiko komplikasi wasir stadium 4

Komplikasi bisa muncul akibat ambeien ataupun tindakan operasinya.

Inilah kemungkinan komplikasi ambeien stadium 4 yang mungkin timbul menurut Yayasan Gastroenterologi Indonesia.

1. Anemia

Saat mengalami wasir stadium 4, Anda berisiko mengalami anemia. Pasalnya, Anda akan sering kehilangan darah saat BAB.

Selain itu, pembuluh darah yang menggumpal atau trombosis pun bisa pecah. Ambeien pecah ini menyebabkan darah terus mengalir dari anus.

2. Strangulasi

Kondisi ini membuat otot-otot di sekitar anus menghambat aliran darah ke wasir.

Hal ini menyebabkan rasa sakit yang tak tertahankan. Jika dibiarkan, hal ini menyebabkan kematian jaringan pada anus.

3. Infeksi

Wasir umumnya timbul akibat susah BAB. Gesekan antara feses yang keras dan bantalan anus menimbulkan luka.

Feses juga membawa banyak bakteri sehingga anus yang luka rentan mengalami infeksi.

Anus yang terinfeksi bisa menimbulkan rasa nyeri, gatal, demam, hingga nanah.

4. Fistula rektovaginal

Ini adalah komplikasi yang mungkin muncul setelah tindakan hemoroidopeksi.

Fistula rektovaginal ditandai dengan terbentuknya lubang saluran yang menyambungkan antara usus besar, rektum, dan vagina.

Hal ini menyebabkan kotoran dan gas dari usus bisa melewati vagina.

5. Retensi urine akut

Operasi penyayatan ambeien ternyata bisa membuat urine menumpuk di dalam kandung kemih.

Penyebabnya adalah nyeri anus yang memicu refleks pada kandung kemih sehingga urine sulit keluar. Semakin sakit efek setelah operasi, semakin meningkat risiko penumpukan urine.

Pencegahan wasir stadium 4

Untuk mencegah wasir semakin berkembang hingga parah, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan.

Hal paling mendasar tapi cukup membantu adalah menerapkan pola hidup sehat.

Gaya hidup sehat membuat Anda terhindar dari sembelit. Jadi, Anda mengurangi risiko pemicu wasir.

Inilah hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah wasir stadium 4.

  • Konsumsi makanan kaya serat, seperti sayur dan buah.
  • Olahraga intensitas sedang hingga tinggi selama 30 menit sehari.
  • Penuhi kebutuhan air.
  • Hindari mengejan saat BAB.
  • Segera ke toilet jika terasa ingin BAB.

Wasir stadium 4 adalah kondisi terparah pada wasir internal. Kondisi ini membuat anus membengkak dan bantalannya keluar dari dalam lubang anus.

Bantalan anus ini tidak bisa dikembalikan lagi ke posisi semula sehingga harus mendapatkan penanganan berupa operasi.

Jika Anda mencurigai adanya gejala wasir yang Anda alami, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin.***

Sumber: Hellosehat

Klik tombol WhatsApp di pojok kanan bawah dari layar Mobile atau PC Anda

Temukan dan Ikuti Kami di Sosial Media

Cara Mengetahui Ciri Wasir yang Harus Dioperasi

Cara Mengetahui Ciri Wasir yang Harus Dioperasi

MASA DEPAN DIMULAI DARI SEKARANG DARI SSB HAPPYLIFE MEMBANGUN INDONESIA YANG SEHAT SUKSES BAHAGIA​

Cara Mengetahui Ciri Wasir yang Harus Dioperasi

Kamis, 18 Agu 2022 14:25 WIB

KLIKSSB.com – Ciri atau tanda wasir (ambeien) yang harus dioperasi antara lain wasir yang tidak berhasil diobati dengan pengobatan rumahan, ukurannya besar, berdarah dan sakit parah. Jenis wasir yang paling umum yang memerlukan pembedahan adalah wasir luar alias wasir eksternal.

Wasir atau ambeien memang menyakitkan, namun tidak semuanya perlu dioperasi. Operasi ambeien biasanya hanya dilakukan pada kasus yang parah. Sedangkan untuk kasus ringan, umumnya akan ada tanda-tanda wasir akan sembuh setelah satu minggu pengobatan di rumah. Lantas, apa saja ciri-ciri wasir yang harus dioperasi?

Ciri-ciri ambeien yang harus dioperasi

Terkadang wasir sangat menyakitkan. Namun, sebagian besar kondisi ini tidak memerlukan pembedahan dan dapat disembuhkan dengan perawatan wasir di rumah seperti makan makanan tinggi serat, meningkatkan asupan cairan, berendam dalam air hangat, kompres dingin selama 15 menit, mengoleskan gel lidah buaya dan menggunakan obat-obatan untuk mengobati wasir yang dijual bebas.

Hanya sekitar 10% dari wasir yang memerlukan pembedahan atau operasi. Pilihan pengobatan ini biasanya disediakan untuk kasus-kasus yang parah dan tidak menunjukkan tanda-tanda wasir akan hilang meskipun pengobatan dengan berbagai obat umum.

Ciri-ciri ambeien yang harus dioperasi antara lain adalah:

  1. Wasir tidak berhasil ditangani dengan pengobatan rumahan.
  2. Wasir berukuran besar
  3. Terjadi perdarahan rektum
  4. Keadaan darurat, seperti misalnya perdarahan hebat
  5. Terasa sangat mengganggu atau menyakitkan sehingga memengaruhi gaya hidup Anda.
  6. Buang air besar berdarah, yang ditandai dengan feses terlihat berwarna merah marun atau berwarna sangat gelap.

Jika terjadi pendarahan rektum parah dan disertai dengan pusing atau pingsan, segera cari pertolongan darurat untuk dilakukan perawatan yang diperlukan.

Jenis wasir yang sering dioperasi

Wasir yang dalam bahasa medis disebut sebagai hemorrhoid dibagi menjadi dua jenis, yaitu internal (dalam) dan eksternal (luar).

Disebut hemorrhoid eksternal atau ambeien luar ketika benjolan muncul di saluran anus, sedangkan wasir internal terjadi di rektum, tepat di atas saluran anus. Kedua jenis wasir dapat menyebabkan masalah, tergantung tingkat keparahan dan ukurannya.

Wasir internal yang tidak diobati dapat menyebabkan perdarahan dan tumbuh menonjol keluar serta menyebabkan nyeri. Sementara wasir eksternal dapat menyebabkan penggumpalan darah (trombosis) yang dapat menyebabkan rasa sakit yang parah khususnya saat terjepit.

Di antara dua jenis wasir tersebut, wasir atau ambeien luar lah yang paling sering memerlukan operasi.

Jenis-jenis operasi wasir

Jika ciri-ciri wasir yang harus dioperasi terjadi pada Anda, maka sebaiknya segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memutuskan tindakan yang paling tepat dalam menangani keluhan Anda.

Berikut ini beberapa jenis operasi wasir atau ambeien yang dapat dilakukan dokter:

1. Rubber band ligation atau banding

Ini adalah prosedur umum untuk mengatasi wasir internal hingga derajat 3, dimana wasir telah menonjol keluar, tetapi bisa masuk kembali dengan didorong. Saat melakukan ligasi dokter akan memasang sebuah pita elastis kecil akan ditempatkan di sekitar pangkal benjolan wasir untuk memotong suplai darahnya. Ini akan menyebabkan wasir menyusut.

2. Skleroterapi

Tindakan ini melibatkan penyuntikan larutan yang bisa menyebabkan wasir menyusut dan menghentikan pendarahan. Terapi ini dapat mengatasi wasir internal derajat dua.

3. Terapi koagulasi

Terapi koagulasi juga disebut fotokoagulasi inframerah. Ini adalah jenis perawatan yang digunakan untuk mengatasi wasir internal tingkat 1-3. Terapi koagulasi menggunakan cahaya inframerah, panas, atau dingin yang ekstrim untuk menarik dan mengecilkan wasir.

Cara ini dilakukan dengan menggunakan teropong yang dimasukkan ke dalam rektum, sehingga memungkinkan dokter untuk melihat area wasir dan melakukan prosedur yang diperlukan.

4. Hemoroidektomi

Hemoroidektomi adalah prosedur pembedahan untuk menghilangkan jaringan berlebihan yang menyebabkan pendarahan. Operasi wasir jenis ini adalah cara paling efektif dan lengkap untuk mengobati wasir yang parah atau berulang (kambuhan).

5. Stapel hemoroid

Stapel digunakan untuk mengatasi wasir derajat 3-4. Staples bedah dapat mengembalikan wasir yang menonjol keluar agar kembali ke dalam rektum, lalu memotong suplai darahnya sehingga jaringan akan menyusut kembali.

Waktu pemulihan untuk stapel lebih singkat dan tidak terlalu menyakitkan dibandingkan hemoroidektomi. Namun, stapel dikaitkan dengan risiko kekambuhan yang lebih besar.

Itulah ciri  atau tanda wasir-ambeien yang harus dioperasi dan cara penanganannya. Untuk meringankan kondisi wasir atau mencegahnya datang kembali, selalu jaga asupan makanan dan penuhi kebutuhan cairan. Gaya hidup aktif juga membantu mencegah sembelit yang dapat meningkatkan risiko wasir.***

Klik tombol WhatsApp di pojok kanan bawah dari layar Mobile atau PC Anda

Temukan dan Ikuti Kami di Sosial Media